Jumat, 31 Januari 2014

Jumat, 06 Januari 2012

52 Tahun Satelit Yupiter

Sumber: www.nasa.gov


Sejarah mencatat pada tanggal 7 Januari 1610 Galileo pertama kali mengamati keempat satelit Yupiter yang dikenal dengan satelit Galilean, yaitu Io, Europa, Ganymede dan Callisto. Keempat satelit tersebut merupakan satelit Yupiter yang terbesar. Meski mengorbit planet yang sama yaitu Yupiter, NASA dalamartikel di webnya menyebutkan bahwa keempat satelit Galelian tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.

Io merupakan benda langit dalam sistem tata surya yang paling aktif secara vulkanik. Permukaan Io ditutupi oleh belerang dalam berbagai bentuk warna-warni yang berbeda. Permukaan Europa sebagian bersar terdiri dari es (dari air) dan ada bukti yang menunjukkan kebolehjadian adanya lautan air di bawahnya. Ganymede adalah satelit terbesar dalam tata surya kita, bahkan lebih besar dari Merkurius, sekaligus merupakan satu-satunya satelit yang memiliki medan magnet internal. Permukaan Callisto penuh dengan kawah, namun kawah-kawah yang sangat kecil menunjukkan aktivitas permukaan rendah.

Bagian dalam Io, Europa, dan Ganymede memiliki struktur lapisan seperti Bumi. Io memiliki inti dan mantel bebatuan, keraknya terdiri dari bebatuan yang dilapisi belerang. Europa dan Ganymede memiliki inti, batuan yang melapisi inti, lapisan tebal es lunak dan kerak tipis es murni. Lapisan-lapisan pada Callisto diperkirakan terdiri dari campuran es dan bebatuan.

Lima puluh dua tahun telah berlalu, tercatat ada 50 satelit yang telah diakui dan 14 satelit yang berada dalam daftar tunggu untuk diakui. Dari situs NASA, satelit-satelit Yupiter adalah:

1. Io
2. Europa
3. Ganymede
4. Callisto
5. Amalthea
6. Himalia
7. Elara
8. Pasiphae
9. Sinope
10. Lysithea
11. Carme
12. Ananke
13. Leda
14. Thebe
15. Adrastea
16. Metis
17. Callirrhoe
18. Themisto
19. Megaclite
20. Taygete
21. Chaldene
22. Harpalyke
23. Kalyke
24. Iocaste
25. Erinome
26. Isonoe
27. Praxidike
28. Autonoe
29. Thyone
30. Hermippe
31. Aitne
32. Eurydome
33. Euanthe
34. Euporie
35. Orthosie
36. Sponde
37. Kale
38. Pasithee
39. Hegemone
40. Mneme
41. Aoede
42. Thelxinoe
43. Arche
44. Kallichore
45. Helike
46. Carpo
47. Eukelade
48. Cyllene
49. Kore
50. Herse

Ironisnya berbagai buku pelajaran IPA SMP menyebutkan informasi yang bervariasi mengenai satelit Yupiter, jumlah satelitnya hanya berkisar dari 8 – 15. Bila guru hanya sekedar menggunakan buku-buku tersebut tanpa mencari informasi aktual dari sumber dunia maya terpercaya maka guru akan terjebak untuk memberikan informasi kadaluarsa, informasi out of date yang sudah jauh tertinggal.

http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/07/52-tahun-satelit-yupiter/

Selasa, 20 Desember 2011

Tsunami Langit


Pada Jumat, 16 Desember 2011 pagi, awan di kota Birmingham, wilayah Alabama, Amerika Serikat tidak seperti biasanya. Langit dipenuhi barisan awan raksasa yang nampak seperti  gelombang besar dengan puncak gelombang seperti tengah bergerak maju ke depan, seperti gelombang tsunami. 


Para ahli mengatakan bahwa fenomena ini merupakan contoh gelombang Kelvin Helmholtz. Fenomena ini dapat terjadi di lautan maupun atmosfer. Fenomena ini terjadi ketika ada lapisan fluida (cairan maupun gas) yang bergerak lebih cepat di atas lapisan fluida lain yang bergerak lebih lambat sehingga menyeret permukaannya. 


Contoh nyata, gelombang air terbentuk ketika fluida di bagian atas (udara) bergerak lebih cepat daripada lapisan fluida di bawahnya (air). Ketika ada perbedaan kecepatan, gelombang terbentuk dan puncak gelombang akan bergerak ke depan.  Ketika perbedaan antara kecepatan angin dan air meningkat ke titik tertentu, gelombang pecah, membentuk seperti cabit yang condong ke depan. Bentuk cabit itulah yang disebut bentuk gelombang Kelvin-Helmholtz.
 
Menurut Chris Walcek, meteorolog pada Pusat Penelitian Atmosfer di Universitas New York, pergerakan angin yang lebih cepat di atmosfer bisa menyeret puncak awan tebal yang bergerak  lebih lambat di bawahnya, berpotensi  memunculkan fenomena mirip tsunami ini. Ada lapisan udara dingin dekat permukaan yang kecepatan anginnya rendah, sehingga ada awan atau kabut di lapisan itu. Di atas lapisan awan dingin yang bergerak lambat itu kemungkinan ada lapisan udara hangat yang bergerak lebih cepat. Umumnya, perbedaan kecepatan angin dan temperatur antara dua lapisan atmosfer ini begitu kecil sehingga udara yang bergerak cepat ini meluncur dengan lancar di atas udara yang bergerak lambat. Jika perbedaan kecepatan angin terlalu besar, antarmuka antara kedua lapisan itu pecah menjadi turbulensi acak. Gelombang Kelvin-Helmholtz terbentuk ketika perbedaan kecepatan angin dan temperatur di kedua lapisan menyentuh titik yang tepat. Besarnya perbedaan mencapai ambang batas terjadinya turbulensi. Akibatnya, dua lapisan bercampur. Hasilnya berupa fenomena yang terjadi di Alabama ini, semacam tsunami yang terjadi di langit.

Disarikan dari: 
1. Inikah Tsunami Langit? (www.kompas.com)


Minggu, 30 Oktober 2011

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) IPA


Penggunaan Kartu Doli Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Listrik 
Pada Siswa Kelas IX E SMP Negeri 7 Salatiga Tahun Pelajaran 2010/2011

Oleh: Yati Kurniawati

(Guru SMP Negeri 7 Salatiga)


ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPA materi elemen listrik serta energi dan daya listrik bagi siswa kelas IX E SMP Negeri 7 Salatiga Tahun Pelajaran 2010/2011 melalui penggunaan Kartu Doli. Penelitian ini dilaksanakan SMP Negeri 7 Salatiga pada tahun pelajaran 2010/2011 dengan subyek penelitian adalah siswa kelas IX E yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Pada siklus I pembelajaran dilakukan dengan penggunaan Kartu Doli secara kelompok tanpa daftar pertanyaan, sedangkan pada siklus II penggunaan Kartu Doli secara kelompok disertai daftar pertanyaan. Pada masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan penelitian yaitu perencanaan,  pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan deskriptif komparatif yang dilanjutkan refleksi. Deskriptif komparatif dilakukan dengan membandingkan data kondisi awal, siklus I dan siklus II, baik untuk aktivitas belajar maupun hasil belajar.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, penggunaan Kartu Doli dapat meningkatkan aktivitas belajar IPA materi elemen listrik serta energi dan daya listrik bagi siswa kelas IX E SMP Negeri 7 Salatiga pada semester 1 tahun pelajaran 2010/2011. Terbukti persentase jumlah siswa dalam kategori aktivitas belajar baik meningkat dari kondisi awal 27% menjadi 69% pada siklus I dan menjadi 92% pada siklus II atau pada kondisi akhir mengalami peningkatan sebesar 65% dari kondisi awal. Kedua, penggunaan Kartu Doli dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi elemen listrik serta energi dan daya listrik bagi siswa kelas IX E SMP Negeri 7 Salatiga pada semester 1 tahun pelajaran 2010/2011. Terbukti persentase ketuntasan belajar siswa meningkat dari kondisi awal 31% menjadi 85% pada siklus I dan menjadi 100% pada siklus II atau pada kondisi akhir mengalami peningkatan sebesar 69% dari kondisi awal.

Kata kunci: Kartu Doli, hasil belajar, aktivitas belajar, IPA, listrik.

Sabtu, 15 Oktober 2011